Keluarga Cemara

Keluarga Cemara, film Indonesia yang tayang di layar lebar Indonesia di Januari 2019. Sangat di rekomendasikan untuk di tonton bersama dengan keluarga tercinta. Lama tayang 1 Jam 50 Menit. Saksikan abah dan keluarga menghadapi dan selesaikan masalah mereka. Bawa pulang pesan dari keluarga abah bahwa "Harta yang paling berharga adalah keluarga". Terbaik dari Indonesia.

Film ini di angkat dari novel karya: Arswendo Atmowiloto. Pernah tayang juga di layar televisi sebagai sinetron pada tahun 1996.

Gading Martin sebagai Guru Bahasa Inggris yang aneh. Euis pangkas rambutnya sendiri, bukan pangkas rambut orang lain, bukan mencontek, bukan mencuri, bukan bikin gaduh. Kenapa di hukum berdiri di lapangan ?

Tokoh terbaik selain keluarga cemara adalah Romli, sahabat abah di kampung. Sangat setia, tulus dan ringan tangan. Ia menyambut kehadiran keluarga cemara di kampung. Ia bantu perbaiki rumah abah. Ia mengajak dan bantu abah kerja jadi kuli bangunan. Ia ajak dan bantu abah ikutan jadi pengemudi ojek online. Ia dorong becak dan bawa emak hingga ke rumah sakit jelang melahirkan anak ke 3.

Saat menonton, hati-hati hanyut terbawa perasaan saat empati dengan masalah yang di hadapi oleh abah.

  • Produser : Anggia Kharisma, Gina S. Noer
  • Sutradara : Yandy Laurens
  • Penulis : Yandy Laurens, Gina S. Noer
  • Produksi : Visinema Pictures

Para Pemain

  • Ringgo Agus Rahman sebagai abah
  • Nirina Zubir sbagai emak
  • Zara Jkt 48 sebagai Euis, anak pertama abah
  • Widuri Puteri sebagai Ara, anak kedua abah
  • Yasamin Jasem sebagai Rindu, teman sekolah Euis
  • Kafin Sulthan sebagai Deni, teman sekolah Euis
  • Asri Welas sebagai Salma, tetangga abah di kampung
  • Gading Marten sebagai guru bahasa inggris
  • Maudy Koesnaedi sebagai tante Pressier  (pembeli rumah abah)

Film di awali dengan nasib sial abah di Jakarta. Ia di tipu oleh kakak iparnya, usahanya bangkrut, rumahnya di sita. Tapi ia tetap bayar gaji dan pesangon para karyawannya. Usahanya di pengadilan yang di tangani oleh pengacara sekaligus sahabatnya juga kandas. 

Keluarga Cemara

Abah dan keluarganya pindah ke kampung, ke rumah warisan orang tuanya yang sudah lama tidak di tempati. Abah dan emak bersihkan dan rapikan rumah yang berdebu dan tampak tak terurus. Kehadiran mereka di sambut oleh teman masa kecil abah, Romli. Esok harinya, Romli dengan beberapa warga lainnya datang dan bantu perbaiki rumah abah. Warga kampung datang bertamu dan makan bersama. Tak lama kemudian datang tukang kredit yang datang tak sengaja, ia hendak menagih hutang pada pelanggannya dan kebetulan pelanggannya sedang bertamu semua. Salma, langsung masuk dan makan.  

Keluarga Cemara

Abah putuskan untuk pindahkan sekolah Euis di kampung saja, begitu pula dengan Ara. Abah bergelut dengan masalah mendapatkan pekerjaan untuk menyambung hidup keluarganya. Setelah di tolak di banyak tempat, ia bekerja sebagai kuli bangunan atas bantuan Romli. Namun kejadian malang menimpa Abah, di suatu malam saat bekerja, ia terjatuh dan kakinya di gips, harus pakai tongkat penyangga untuk berjalan. Emah berikhtiar membuat opak dan Euis bantu jualan di kelasnya. Beruntung Euis yang semula canggung di bantu oleh teman-teman barunya. Dagangan Euis laris dengan harga yang lebih mahal, semula 2000 per bungkus jadi 3000 per bungkus.  

Keluarga Cemara

Setelah kaki abah pulih. Ia di ajak Romli ikut jadi pengemudi Ojek Online. Abah bisa antar Euis sekolah. Ara suka dengan keadaan sekarang. Ia bisa sekamar dengan kakaknya. Ia bisa merasakan kebersamaan dengan abah lebih banyak daripada sebelumnya. Berbeda dengan Euis yang masih kangen dengan para sahabatnya di Jakarta. Suatu ketika, Euis di ajak untuk reuni dengan group tarinya untuk inap di hotel. Ia minta ijin pada abah, namun abah tidak ijinkan. Euis nakal, sepulang sekolah ia langsung pergi ke hotel menemui para sahabatnya, group tari di sekolah lamanya.

Suatu malam, saat Abah dan Euis ngobrol. Emak berikan kabar bahwa ia hamil. Semula Emak sedih memikirkan biaya. Abah memanggil Ara dan mengubahnya menjadi kebahagiaan karena itulah jawaban atas doa Ara yang ingin memiliki adik. 

Keluarga Cemara

Abah ingin jual rumahnya dan kembali ke Jakarta, beli apartemen. Dengan di bantu Salma, rumah abah di taksir oleh keluarga tante Pressier. Surat perjanjian sudah di tanda-tangani, uang tanda jadi sudah di transfer, tiba-tiba Ara nyelonong ke ruang tamu dan ambil surat sertifikat dari tangan abah sambil berkata rumah ini tidak di jual. Malam harinya abah tegur Ara dan Euis, namun abah mengerti bahwa mereka mulai suka tinggal di kampung. Akhirnya ia membujuk Salma dan tante Pressier untuk batalkan perjanjian jual beli rumah.

Saat Abah dan Salma berada di rumah tante Pressier. Emak sudah saatnya melahirkan. Ia di rumah hanya dengan Euis dan Ara. Beruntung Romli datang. Menggunakan becak di rumah menuju rumah sakit, namun Romli tidak kuat genjot becak di jalan menanjak. Akhirnya Euis berhentikan mobil di jalan raya dan minta tolong antarkan ke rumah sakit.

Abah tiba di rumah sakit, Emak sudah melahirkan bayi laki-laki.

Selamat menyaksikan di bioskop terdekat dari rumah anda. Semoga terhibur dan mendapatkan waktu yang berkualitas bersama keluarga anda. Nikmati kebersamaan dan keberadaan keluarga. Jangan lupa bahagia dan tebarkan kabar baik. Bangga nonton film Indonesia.

Film kekinian lainnya untuk di tonton:

 

Add comment


Security code
Refresh