Filosofi Kopi 2

Filosofi Kopi 2, pernah tayang di bioskop Indonesia pada 13 Juli 2017, yang belum nonton silahkan nonton di televisi pakai iflix. Kisah kecintaan pada kopi sekaligus Persahabatan Ben & Jody, membangun impian hingga terwujud, mengatasi warisan konflik untuk kebaikan bersama.

Pemeran dalam Filosofi Kopi 2:

  • Rio Dewanto
  • Chicco Jerikho
  • Luna Maya
  • Nadine Alexandra
  • Ernest Prakasa
  • Tio Pakusadewo

Filosofi Kopi 2

Di awali dengan keberadaan kopi keliling Filosofi Kopi menggunakan VW Combi warna kuning yang telah di modifikasi. Ben & Jody mengalami masalah, Nana resign karena hamil, menyusul Angga & Aldy. Barista yang di rekrut Jody hanya bertahan kurang dari 1 hari karena merasa di sepelekan oleh perkataan Ben. Saat galau, mereka terhibur dan dapatkan inspirasi dari live music di belakang kedai. Mereka sepakat untuk kembali ke Jakarta, membuka Kedai Filosofi Kopi di tempat mereka sebelumnya, di Melawai. 

Filosofi Kopi 2

Keinginan Ben & Jody tidak berjalan mulus, kedai memang masih kosong, tidak terpakai, tidak di sewakan, tapi dijual dengan harga 1,5 kali dari harga jual sebelumnya. Jody ikuti saran kakaknya untuk mencari investor. Setelah presentasi ke banyak investor, sesuai dengan kartu nama yang diberikan, mereka belum juga menemukan rekan bisnis. Hingga akhirnya mereka bertemu dengan Tarra yang cantik, pintar dan memiliki banyak uang untuk wujudkan impian mereka. 

Filosofi Kopi 2

Kedai yang telah lama di tinggalkan terbengkalai berhasil di miliki kembali. Let's the journey begin, begitu semangatnya Ben saat merapikan kembali ruang kedai di Melawai. Jody rekrut barista baru, barista cewek, namanya Sabrina, biasa dipanggil Brie.

Perfecto Espresso, nama sajian kopi favorit di Kedai Filosofi Kopi. Ben tidak cocok dengan kehadiran Brie. Hal tersebut bertambah runcing saat seorang penikmat kopi menampilkan review dalam blognya dengan judul "Filosofi Kopi kembali tanpa Filosofi". Bikin kopi itu meditasi bukan matematika, begitu ucap Ben pada Brie.

Ben dan Tarra pergi ke Yogyakarta untuk membuka Kedai Filosofi Kopi ke 2 di sana. Mereka bertemu dengan pak Susno dan petani kopi di sana. Jody menyusul ke Yogyakarta jelang pembukaan kedai baru mereka. Tiba-tiba kabar buruk datang. Paman Ben dari Lampung berikan kabar bahwa ayah Ben telah meninggal dunia.

Ben dan Jody pergi ke Lampung untuk menghadiri acara pemakaman. Emosi Ben meledak saat karangan bunga dari pengusaha perkebunan sawit yang telah mengambil lahan kopi milik ayahnya datang. Beruntung Jody berhasil meredakan emosi Ben.

Ben dan Jody kembali ke Yogyakarta. Ben melihat karangan bunga yang sedang beranjak meninggalkan kedai tertulis nama yang sama, nama pengusaha perkebunan sawit di Lampung. Ternyata pengusaha perkebunan sawit tersebut adalah ayah dari Tarra. Sejak saat itu Ben menjauh dan bersikap dingin pada Tarra.

Jody mengajak Tarra pergi ke Makasar untuk membuka kedai ke 3 di sana. Jody ceritakan perihal perubahan sikap Ben pada Tarra. Tarra sangat berduka untuk kabar tersebut, ia juga ceritakan bahwa modal yang digunakan bukanlah uang ayahnya, tapi miliknya pribadi.

Jody dan Tarra kembali ke Jakarta, namun mereka di kejutkan dengan keinginan Ben untuk mengambil alih seluruh kepemilikan Kedai Filosofi Kopi menggunakan dana dari investor yang telah di kenalnya. Ternyata perkataan Ben hanyalah sebuah keinginan belaka, belum ada investor yang mendukung Ben. Akhirnya Ben mengajak Brie pergi ke Lampung, ke kampung halamannya, untuk melanjutkan impian ayahnya, melanjutkan berkebun kopi.

Ben dan Brie tidak kembali ke Kedai Filosofi Kopi, mereka menetap di Lampung, namun hubungan Ben dan Tarra telah kembali rukun. Ben sempat pamit pada Tarra di kedai dan ucapkan: "Setiap yang punya rasa pasti punye nyawa".

Ben dan Brie menjadi pemasok biji kopi di kedai Filosofi Kopi yang kini di kelola oleh Jody dan Tarra.

Pelajaran berharga dari film ini:

  • Ben & Jody sempat terpuruk, 2 x, saat di tinggalkan para barista dan saat ketahui harga jual kedai lama mereka di Melawai jauh lebih besar dari uang yang mereka miliki. Tapi mereka tidak menyerah. 
  • Persahabatan Ben & Jody tidak berakhir, walaupun sering ada konflik di antara mereka.

Film ini juga menampilkan keindahan bumi Toraja.

Terima kasih atas kunjungannya, semoga terhibur. Jangan lupa ngopi, bukan sembarang kopi, selalu seruput kopi indonesia.

Simak juga:

 

Add comment


Security code
Refresh